18 tahun lamanya, ku tak menemukan teman yang benar – benar bisa memahami dan mengerti aku.memang dulu teman itu ada, ada hanya untuk disaat kita sedang bahagia saja, dulu teman yang hanya memanfaatkan kelebihan ku saja, semuanya g ada yang bisa ku percaya. jujur ku akui aku orangnya susah untuk percaya sama orang, apa lagi orang yang baru ku kenal. Rasa tidak percaya itu ada karena sering kalinya orang – orang terdekat mengecewakan ku. sehingga sampai sekarang ku tak menemukan orang – orang terbaik bagi ku.
huh….. emang sih dahulu waktu – waktu kulalui dengan sepi, dan sendiri. hingga menurutku.. “tak ada orang yang peduli” pulang sekolah ngumpul ma teman – teman hanya untuk senang – senang saja, begitu seterusnya. sampai sekolah ku tamat dan usai. sekarang ku sudah duduk di bangku kuliah. tepatnya di Universitas Negeri Padang. sedikit cerita ne.. waktu pertama ku kuliah di sini ada sih beberapa orang teman yang bilang ku sombong. tapi seiring berjalannya waktu dan mereka mungkin telah mengenalku lebil dalam lagi, akhirnya persepsi itu hilang bagaikan di telan bumi. pertama ku disini ku hanya memiliki beberapa orang yang dekat dengan ku inisial TV, JF, HR, RM, KL merekalah pertama kali ku kenal di kampus ku. berjalannya waktu salah seorang dari mereka jadi pacarku…. hehe “promosi ne….” g tw kenapa perteman itu mulai memudar. ya mungkin karena mereka mulai punya kehidupan sendiri di kampus. jalan beberapa bulan kira – kira 7 bulanan ku jadian ma TV, ternyata g tw kenapa kami putus tanpa sebab dan akibat. katanya dia da problem sama seseorang jadi dia harus milih, milih aku atau orang tuanya. dia mikir dari pada nanti kualat ? durhaka ma orang tua mendingan aku mutusin dia. tapi g dia yang mutusin aku, dia minta aku yang mutusin dia. dia berkata “nanti kalau TV yang mutusin kamu, nanti aku g bisa balik ma kamu, tapi kalau kamu yang mutusin aku (TV) kemungkinan nantinya aku bisa baliakn lagi makamu. akhirnya kami putus… walaupun kejadiannya seperti itu sampai detik ini aku masih tetap sayang sama dia, walau sekarang dia sudah punya pacar baru.Setelah semua itu berlalu kami ber 5 akhirnya jalan sendiri – sendiri mencari teman yang lain. lepas dari mereka ku dekat dengan beberapa orang. pertama kusangka mereka baik – baik, tetapi setelah maku mengenal lebih jauh mereka, ternyata g jauh beda ma orang – orang yang munafik lainnya. huh sebel…….
lanjutnya ku bertualang lagi mencari teman terbaik ku, beberapa bulan sendiri bertualang ku temukan seorang teman yang ku rasa dia lah yang pantas untuk menjadi teman ku.
tt
pertama ku mengenal dia saat ku sedang bingung, bingung karena saat itu ku sedang banyak masalah. ku di ajak salah seorang teman ke tempatnya. beberapa jam disana, akhirnya teman ku tersebut pulang. disaat itu memang tampangku (wajahku) menggambarkan kekalutanku. bebepara saat setelah itu dia berusaha meyakinkanku, bahwa dia itu bisa benar – benar ku percaya. Dari dulu sampai sekarang aku sangat susah untuk percaya sama orang, apalagi sama orang yang baru di kenal, tetapi tidak tw kenapa disaat ku mulai bercerita tentang masalah ku pada dia pembicaraan itu lancar bagaikan air mengalir, padahal ku belum dekat dengan dia (walaupun kita 1 kelas tetapi tidak dekat) dia terus berusaha meyakinkan ku untuk terus bercerita. akhirnya semua ku ungkapkan padanya. terus bercerita – bercerita, eh tau tau azan magrib. kita sambung lagi besok. oke bro…….!!!!
curhat ku terus berlanjut hingga akhirnya kita berteman.aku beruntung banget bisa kenal ma dia, karena aku belum pernah namanya yang memiliki teman dekat apalagi teman akrab (konco) / sahabat. aku berharap dia akan selalu menjadi teman terbaik ku kapan pun di mana pun. dengan adanya kejadian yang seperti ini aku benar – benar lebih menghargai arti seorang teman atau sahabat dalam hidup ku. dia akan menjadi catatan sejarah dalam hidup ku…. gw salut ma loe bro…. gw berharap kita akan menjadi saudara (best friend). amien…..
huhuhu…… dah dulu ya…… kapan – kapan kita sambung lagi…..
Juli 11, 2009
Kategori: serba serbi kehidupan . . Penulis: hinouncer723muchlis . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar